Minggu, 27 September 2015

Selamat Jalan Kawan

Selamat Jalan Kawan
Oleh : Amin Nur Kholis

Kawan, kau telah lebih dulu pergi
Menghadap sang ILLAHI Rabbi
Allah lebih menyayangimu ketimbang kami
Syurga-Nya telah menanti untuk kau hampiri
Telah banyak cerita yang kita lewati
Canda, tawa, sedih dan kecewa mewarnai
Setiap hari yang kita lalui
Kadang kau membuat kami kesal
Membuat kami marah
Namun cinta kami padamu menghapuskan semua itu
Kata maaf selalu ada untukmu
Juga untuk kami ketika kami bersalah padamu
Kawan, semoga kau tenang di sana
Semoga syurga tempat kembalimu
Kau kan selalu di hati kami
Tak kan kamu lupa akan cerita tentang kita
Kelak, kami akan menyusulmu
Entah nanti, esok atau setelah ini
Ya Robbi, mudahkanlah jalan teman kami
Jauhkanlah ia dari siksa-Mu
Terangilah kuburnya
Ringankanlah Hisab akan dirinya
Tempatkanlah ia di tempat trindah di sisi-Mu

Penajam, 26 September 2015
Untukmu Kawan @Fathurrahman ( AA )

Ketika Usiaku Usai

Ketika Usiaku Usai
Oleh: Amin Nur Kholis

Ketika waktuku telah usai
Mataku harus tertutup dan tak lagi
Mampu ku tatap mentari
Ruhku kembali kepada sang pemilik Diri
Kutinggalkan semua
Harta, keluarga, teman dan semua yg ada
Tak mampu ku membawa semua tuk kujadikan teman disana
Hanya amal yang dapat kubawa
Ayah, Ibu, aku harus pergi lebih dulu
Untaian do'a yang ku rindu darimu
Ku kan merindukanmu
Tuk bersua kelak denganmu
Teman, maaf ku harus pergi
Terimakasih tentang cerita yg kita lalui
Walau ku pergi, kuharap kalian menyimpanku di hati
Menjadi bagian memory kehidupan yang dijalani
Tuhan, ikhlaskan mereka dengan kepergianku
Jangan ada tangis untukku
Tangisan yang kan membuatku sulit menuju-Mu
Lapangkan hati mereka tuk melepasku
Dan izinkan aku menuju-Mu dengan Rahmat-Mu

Penajam, 26 September 2015
Untukmu Kawan @Faturrahman ( AA )

Senandung Cinta Untuk Kak Danang

Senandung Cinta Untuk Kak Danang
Oleh : Amin Nur Kholis

“ Andi, tunggu!” teriak Anton kepadaku, sambil berlalri menghampiriku. “ Kenapa kamu lari – lari seperti itu sob? Habis dikejar hantu yah?” ledekku kepada sobat baikku ini, aku dan anton sudah bersama sejak SMP, kami selalu bersama, belajar, bermain dan melakukan semuanya kami lakukan bersama. Dia sudah seperti saudaraku sendiri, anton juga sering bermalam di rumahku, karena aku sendirian di rumah, aku hanya tinggal bersama ibu dan bapak. Kakaku kuliah di jogja jadi dia nge kos disana. Aku selalu kesepian semenjak kakaku danang nggak ada di rumah. Aku selalu bertanya sama ibu, “ Ibu, kenapa sih kakak harus sekolah di jogja? Kenapa nggak di sini saja, di Kalimantan kan banyak universitas yang bagus juga.” Namun aku selalu tidak mendapatkan jawaban

Teguran Dari-Mu

Teguran Dari-Mu
Oleh : Amin Nur Kholis

“ Ibu, jangan bu, ampun…. Ampun…. “
terdengar teriakan dari sudut rumah yang baru saja kulewati
“ah, mungkin ibunya sedang memarahi anaknya karena anaknya nakal” fikirku kala itu
Aku tetap melajutkan perjalanan menyusuri lorong gelap mala mini
Letih, lelah karena baru saja mengerjakan tugas kantor yang sangat banyak
Sehingga membuatku tak memperdulikan setiap apa yang ku lihat dan terjadi di sekitar
“ Ayah, aku mahu beli mainan seperrti teman – teman,”
Pinta seorang anak kepada ayahnya
Keadaannya sangat memprihatinkan

Kamis, 17 September 2015

Menunggu

Menunggu
Oleh : Amin Nur Kholis

kulihat mobil melaju silih berganti
orang - orang hilir mudik berjalan silih berganti
bunyi klakson seringkali terdengar
Setiap menit bahkan setiap detik
Samar samar juga kudengar bisik-bisik orang berbicara
Aku, hanya terdiam duduk disini
Menunggu waktu kapan aku harus
Masuk ke ruang tunggu
Telah banyak yang sudah lebih dulu masuk
Namun jadwalku belum tiba
Lelah, ya rasa itu ada
Lelah menunggu waktu
Lelah ingin segera berhenti
Dari perjalanan ini
Ingin segera aku merehatkan badan
Namun, waktunya belum tiba
Menunggu, ya aku harus menunggu sampai tiba masanya
Untuk menghibur hati
Kupandangi setiap makhluk yang berjalan di depanku
Mobil yang penuh sesak
Manusia yang hilir mudik kesana kemari
Dengan berbagai ragamnya
Aku memilih diam disini
Menikmati saat - saat penantian

~Bandara-Soetta, 14 Sept 2015

Waktu

Waktu
Oleh : Amin Nur Kholis
waktu, cepatlah berlalu
Aku ingin segera merobohkan badan ini
Tuk sejenak melepas lelah
Disaat seperti ini
Mengapa kau berjalan begitu lama?
Sementara dikala aku ingin kau berlambat - lambat berjalan
Kau berlari kencang
Saat ku memintamu berhenti
Kau enggan melakukannya
Aku tahu ini bukan salahmu
Karena keegoisanku
Kau jadi kupersalahkan atas apa yg terjadi
Maafkan aku yang belum mampu memahamimu
Belum mampu mengenalmu lebih dalam

~Bandara-Soetta, 14 September 2015

Aku Harus Kembali

Aku Harus Kembali

Oleh : ~Amin Nur Kholis
Sudah habis waktuku disini
Tuk mengobati Rindu yang dulu menyelimuti
Tak ingin rasanya pergi lagi
Meninggalkan mereka disini
Membawa sepotong rindu di hati
Pertemuan ini terlalu singkat
Seperti mimpi di malam hari
Yang datang hanya untuk pergi
Jika ini hanya mimpi
Aku tak mau terbangun dari lelapku
Aku ingin tetap bermain dengan mimpiku
Namun, aku harus terbangun
Aku harus membuka mata
Merelakan mimpi itu pergi
Membiarkan ia hanya sebuah bunga tidur
Aku harus pergi
Meninggalkan semua disini
Pergi tuk mencari kepingan Rizki-Nya
Walau berat kaki melangkah
Aku harus kembali

Salebu, 08 September 2015

Bukan Sekedar Mimpi

Bukan Sekedar Mimpi
Oleh : Amin Nur Kholis
Ketika rindu terobati
Butiran kebahagiaan menghias
Senyum dan tangis haru mengiringi
Siapa yang mengira hari ini akan terjadi?
Tak pernah sedikit terlintas dalam angan
Akan sebuah rindu yang kan terobati
Sebuah pertemuan yang di nanti
Kini tak hanya sekedar mimpi
Bertahun tahun terpisahkan jarak dan waktu
Bersua hanya melalui suara
Terkadang hanya melalui sebuah rangkaian kata
Dalam sebuah goresan pena
Kini jarak itu tak lagi memisahkan
Waktu tak lagi menyekat
Tak ada lagi jarak diantara kita
Kini kita menjadi satu
Dalam dekapan kebahagiaan

Lampung, 06-september-2015