Jumat, 28 Agustus 2015

Haruskah Aku " Pacaran " ?

Haruskah Aku " Pacaran " ?
Oleh : Amin Nur Kholis

Cinta, satu kata yang membuat bahagia, membuat dunia terasa indah, kata mereka yang sedang dimabuk Cinta. Tanpa cinta hidup terasa hampa, bagai sayur tanpa garam, kata sebuah syair lirik lagu. Namun, cinta seperti apakah itu? Cinta seperti apakah yang membuat bahagia, membuat hidup kita lebih berwarna? Apakah cinta yang kita miliki, Allah meridhoinya? Cinta, satu kata yang begitu rumit. Satu kata yang sulit untuk di terjemahkan. Cinta, Apakah itu? Siapakah dia? Aku belum pernah berjumpa dengannya apalagi berjumpa, mengenalnyapun tidak. Saat ini aku belum ingin mengenalnya apalagi berjumpa dengannya. Aku takut, kalau ia akan merubah hidupku. Aku melihat orang yang jatuh cinta, mereka terlena, tertipu dengan keindahannya, tersihir akan mantra yang di ucapkan. Mereka yang sedang dilanda virus Cinta dan di jalin dalam hubungan yang statusnya samar bahkan tidak terlihat, yang mereka sebut dengan istilah " Pacaran ". Mereka bilang, cinta mereka suci, tanpa ada usur nafsu sedikitpun. Cinta mereka berlandaskan cinta Karena Allah, tanpa memandang fisik atau apapun, mereka mengikuti kata hati mereka yang ingin segera melabuhkan perasaan itu segera. Tetapi aku melihatnya tidak demikian. Sering aku di tanya " Apakah kamu mencintai seseorang? " Bahkan tak jarang orang yang bertanya blak blakan " Mana Pacarmu ?" Pertanyaan itu seringkali dilontarkan padaku dan aku hanya bisa membalas pertanyaan itu dengan senyum manis.

Kamis, 27 Agustus 2015

Keluargaku Pahlawanku

Keluargaku Pahlawanku
Oleh : Amin Nur Kholis

Kisah itu berawal dari kesulitan ekonomi keluarga kami. Kedua orang tuaku harus menghidupiku bersama kedua saudaraku, Hasan, kakaku dan Dini, adikku. Orang tuaku hanya pekerja biasa di kampung, ibu hanya seorang ibu rumah tangga, dan bapak bekerja serabutan. Kalau ada yang menyuruhnya bekerja ya bapak bekerja, kalu tidak ada ya bapak menganggur. Waktu terus berjalan dan kehidupan yang sederhana ini kami jalani dengan Ikhlas, ini sudah jalan dari Allah. Sampai tiba waktu dimana kami sudah mulai besar, aku dan kakakku duduk di bangku MI ( Madrasah Ibtidaiyyah ) Dini waktu itu masih belum sekolah. Keadaan ekonomi keluarga kami yang sulit, namun Alhamdulillah kami tidak pernah kekurangan, untuk kebutuhan sehari – hari kami, masih terpenuhi walaupun dengan kesederhanaan. Namun di tengah keadaan keluarga kami yang demikian, orang tua kami bingung, bagaimana anak-anaknya bisa tetap sekolah, “ Nak, kalian harus tetap sekolah, jangan seperti Bapak dan Ibu yang hanya tamat SD, “ kata – kata itu yang selalu membuat kami anak-anaknya sedih. Orang tua kami berusaha bagaimana caranya agar kebutuhan hidup kami terpenuhi, menyekolahkan kami, memberi makan dan pakain untuk kami, bahkan mereka rela mengorbankan kebahagiaannya untuk kami. Mereka tak mengenal lelah demi anak-anaknya.

Inikah Makna Cinta ?

Inikah Makna Cinta?

Oleh : Amin Nur Kholis

Cinta, satu kata yang sulit tuk diterjemahkan 
Ketika diantara mereka dengan mudahnya 
Mengartikan kata cinta 
Disini aku kebingungan 
Apakah arti cinta sesungguhnya 
Ya, ketika muda mudi memiliki rasa ketertarikan 
Yang mereka sebut dengan cinta 
Rasa kagum dan rasa ingin memiliki siapa yang mereka ingini 
Harapan untuk menjadi sejoli 
seperti dalam cerita Romi dan yuli 
Yuli yang rela mati demi cintanya pada Romi 
Rasa itu tak memandang usia 

Memahami Arti Cinta

Memahami Arti Cinta 

Oleh : Amin Nur Kholis

Aku tak tahu apa itu rasa cinta 
Cinta yang seperti mereka Rasakan 
Cinta muda mudi yang menimbulkan ketertarikan 
Cinta yang mengharuskan untuk tersalurkan 
Mengharap ada yang membalas perasaan itu 
perhatian, pengertian dan pemahaman 
Menjadi bumbu penyedap rasa itu 
Rayuan sebagai mantra wajib bagi mereka 
Agar target cinta luluh dan jatuh ke dekapannya 
Tanpa mereka tahu makna cinta sesungguhnya 
Mereka hanya tahu, bahwa rasa itu harus tersalurkan 
Rasa itu harus ada yang membalas 
Tak boleh bertepuk sebelah tangan 
Tapi mereka pura-pura faham apa itu cinta 

Cinta di bawah Senja

Cinta dibawah senja 

Oleh: Amin. Nur. Kholis 

Setelah sepekan berpisah 
Setelah pertemuan dalam lingkaran Cinta 
Rindu bersua selalu menyapa 
Rindu pada mereka pemeluk Cinta-Nya 

Penebar kebaikan, penyulut semangat di jiwa 
Penebar ketenangan Hati dengan 
Cinta-Nya 

Tak ingin rasanya berpisah dengan mereka 
Tak ingin bertemu hanya sekali sepekan 
Ingin setiap waktu bersama 

Rindu, Untuk Siapa?

Rindu, Untuk siapa? 
Oleh: Amin nur kholis
 

Ketika rindu menyapa
 
Bersemayam dalam sanubari
 
Mengusik ketenangan hati
 
Hadir sebuah tanya
 
Rindu siapakah ini? 

Untuk siapakah rindu ini hendak di persembahkan? 
Untuk makhluk-Nya kah, 
Rasa ini harus di sematkan? 
Ataukah untuk sang pemberi Rindu? 

Minggu, 23 Agustus 2015

Murrabbiku Dalam lingkaran Cinta

Murrabbiku Dalam lingkaran Cinta
Oleh : Amin Nur Kholis

Setelah sekian lama kita berpisah 
Tidak hanya sepekan, bahkan sebulan lamanya 
Kita tak bersua dalam lingkaran Cintanya 
Rasa rindu menyelimuti hati-hati kami 
Rindu untuk bersua dengan wajah-wajah teduh 
Wajah-wajah yg selalu berseri 
dalam sinaran cinta-Nya

Ingin rasanya hati ini segera bersua dengan mereka
Saudara-saudara seiman dan sang Murrabi yg selalu memberikan semangat kami dalam menuju ridho-Nya
Memeluk cinta-nya mendekap hangat nikmat-nya

Mimpi

Mimpi
Oleh : Amin Nur Kholis

Aku tak pernah punya mimpi 
Seperti halnya mereka 
Ya, mereka yang memiliki banyak mimpi 
Menggantungkan asa setinggi langit 
Karena Aku takut, mimpi itu hanya sebuah bunga tidur bagiku 

Seringkali ketika ku coba bermimpi
Merencanakan kehidupan untuk mendatang
Kenyataan selalu berbanding terbalik dengan harapan
ketika itu ku belum mampu menetralkan rasa
Kecewa, sedih, dan mungkin putus asa

Rindu Mu Rabbi

Rindu Mu Rabbi
Oleh : Amin Nur Kholis

Aku haus, haus akan kasih-Mu 
Haus akan limpahan Rahmat-Mu 
Haus akan kemurahan Cinta-Mu 
Haus akan rasa sayangMu padaku 

Aku Rindu, 
Rindu saat berjumpa dengan-Mu
Rindu saat bermunajat pada-Mu
Rindu saat bermesra dengan-Mu

Rabbi,
ku ingin disetiap hela nafasku
Disetiap detak jantungku
Disetiap langkah kakiku
Disetiap detik waktu yg berlalu
Hati ini selalu terpaut pada-Mu
Mengagungkan Asma-Mu

Cermin Yang Terbelah

Cermin Yang Terbelah
Oleh : Amin Nur Kholis

Dulu 
kita bagaikan ranting dan daun 
pohon dan akar 

Selalu ada keceriaan 
saat kita bersua 
Jalani hari dengan segala cerita

Kadang, kita bercerita tentang mengapa hati kita bahagia hari ini?
Kadang juga, kita bercerita ada apa sehingga hati ini merasa gelisah
Seolah tak ada celah untuk kita tak saling bertukar cerita
Tentang semua

Perbedaan

Perbedaan
Oleh : Amin Nur Kholis

Hitam dan putih adalah dua warna yg berbeda 
Memiliki ciri dan arti masing masing 

Mereka berbeda, namun mereka sering disatukan 
Dalam sebuah goresan yang bermakna 

Ketika mereka menjadi satu kesatuan
Dalam goresan Hitam di atas putih
Perbedaan itu menjadi satu

Semarak Kemerdekaan Indonesiaku

Semarak Kemerdekaan Indonesiaku

SuaraJakarta.co – 17 Agustus 1945 adalah hari dimana kemerdekaan bangsa ini diproklamirkan oleh Ir. Soekarno Hatta. Proklamasi kemerdekaan menandakan Negara kita telah terbebas dari penjajahan, penindasan dan ketidak adilan terhadap rakyat. Tanggal 17 agustus seringkali diadakan perayaan menyambut detik – detik kemerdekaan oleh semua kalangan, dari anak – anak hingga orang dewasa di kota sampai yang di desa.
Berbagai kalangan masyarakat merayakan perayaan kemerdekaan RI dengan beragam kegiatan, mulai dari mengikuti berbagai perlombaan yang di selenggarakan di tingkat RT, Desa, Kelurahan sampai ke kabupaten, semua bereuforia menyambut hari kemerdekaan ini. Seperti di tempat kami di lingkungan perusahan yang lokasinya jauh dari perkotaan, perusahan kami adalah perusahaan perkebunan Karet di bagian Kalimantan Timur. lokasi kami jauh dari kota, jauh dari hiburan, untuk menuju kota harus menempuh waktu setengah jam dengan kondisi jalan yang masih tanah, yang ababila kondisi hujan, jalanan seperti bubur.

Permata Hati

[ PC-15 Share ]
Oleh : Amin Nur Kholis (0115001)
Peserta Perintis Challenge 2015


Kunanti kehadiranmu
wahai sang Buah Hati 
Sebagai Titipan Illahi untuk kami

Kehadiranmu sangat dinanti
menambah keceriaan
Kebahagiaan, keharmonisan dalam mahligai Rumah tangga

Ketika kau bangun di malam Hari
kau menangis
membangunkan Ummi dan Abi mengharap dekapan hangat akan kami

kami mencintaimu, wahai anakku
Cinta yang akan menghantarkan kami mengingat ILLahi

Tawamu
kelincahanmu
menambah keceriaan dan kebahagiaan di surga Kecil Kami

Anakku,
anak abi dan Ummi
Tak banyak pinta kami pada ILLahi

Kami hanya meminta
kelak kau akan tumbuh menjadi Anak yang Shaleh
yang mencintai Allah sang Pencipta
yang akan mendo'akaan
ketika kami telah berpulang kepadaNya

Tak ada yang menghalangi
Ketulusan kasih sayang untukmu
Setiap nafas ini selalu mengingatmu
Denyut jantungmu kami rasakan

Anakku,
kaulah belahan jiwa
permata hati kami

Penajam,23-Juli-2015 

©published by : PC super tim ! (:
---www.kitagerak.com---