Minggu, 23 Agustus 2015

Cermin Yang Terbelah

Cermin Yang Terbelah
Oleh : Amin Nur Kholis

Dulu 
kita bagaikan ranting dan daun 
pohon dan akar 

Selalu ada keceriaan 
saat kita bersua 
Jalani hari dengan segala cerita

Kadang, kita bercerita tentang mengapa hati kita bahagia hari ini?
Kadang juga, kita bercerita ada apa sehingga hati ini merasa gelisah
Seolah tak ada celah untuk kita tak saling bertukar cerita
Tentang semua

Ketika kita berpisah
saat-saat bersua adalah saat yg kita rindukan

Ketika kita bersua
dalam satu lingkaran aktivitas
hati-hati terobati rasa rindu

Ketika salah satu antara kita merasa gundah, resah
Kita yg lain datang menghibur
Hingga seolah diantara kita tak ada sekat apapun

Saat ada air mata diantara kita
Selalu ada tangan-tangan hangat
Yang menghapus air mata itu

Ketika ada senyum merekah
Selalu ada jiwa-jiwa riang diantara kita
Namun, semua itu kini tinggal cerita
Bagai puing-puing rumah yg roboh

Entah mengapa
aku menyebutnya tentang cerita yg hilang dan tinggal memori indah

Entah mengapa
hati-hati kita kini seolah menjauh
Tersekat oleh ego dan sebuah kesalahfahaman

Senyum dan tawa kalian seolah tak ada lagi untukku

Ya, aku
aku yang telah menjauh dari kalian
Menjauh untuk kebahagiaan kalian
Seolah kalian itu untuk dia
ya, dia yang lebih segalanya dariku

Dia yang Ramah, baik dan selalu membuat nyaman
Ya, itulah yang ku rasakan saat ini

Entah perasaan ini nyata atau hanya karena sebuah ego
Hingga hati ini tak mampu merasaan kehangatan kalian seperti dulu

Ya
semua seolah berubah
Kini, hanya dalam Do'a mampu ku menyapa kalian dengan hangat

Dan kini
kata yang ingin kuucap "Maaf",
Maaf atas kegoisanku, atas ketidak mengertianku tentang kalian

Hanya do'a yang dapat kulakukan untuk tetap dekat
Walaupun hati-hati tak lagi seperti dulu
Dan kedekatan Raga

namun hati selalu tersekat.
Kalian adalah cerita indah dalam hidupku

Hanya do'a yang dapat ku panjat
Rabbi, damaikanlah hati mereka, bahagiakanlah hidup mereka dan sayangi mereka
Hanya itu Pintaku untukmu kawan


#Penajam, Ahad, 2 Agustus 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar