Cermin Yang Terbelah
Oleh : Amin Nur Kholis
Dulu
kita bagaikan ranting dan daun
pohon dan akar
Selalu ada keceriaan
saat kita bersua
Jalani hari dengan segala cerita
Kadang, kita bercerita tentang mengapa hati kita bahagia hari ini?
Kadang juga, kita bercerita ada apa sehingga hati ini merasa gelisah
Seolah tak ada celah untuk kita tak saling bertukar cerita
Tentang semua
Ketika kita berpisah
saat-saat bersua adalah saat yg kita rindukan
Ketika kita bersua
dalam satu lingkaran aktivitas
hati-hati terobati rasa rindu
Ketika salah satu antara kita merasa gundah, resah
Kita yg lain datang menghibur
Hingga seolah diantara kita tak ada sekat apapun
Saat ada air mata diantara kita
Selalu ada tangan-tangan hangat
Yang menghapus air mata itu
Ketika ada senyum merekah
Selalu ada jiwa-jiwa riang diantara kita
Namun, semua itu kini tinggal cerita
Bagai puing-puing rumah yg roboh
Entah mengapa
aku menyebutnya tentang cerita yg hilang dan tinggal memori indah
Entah mengapa
hati-hati kita kini seolah menjauh
Tersekat oleh ego dan sebuah kesalahfahaman
Senyum dan tawa kalian seolah tak ada lagi untukku
Ya, aku
aku yang telah menjauh dari kalian
Menjauh untuk kebahagiaan kalian
Seolah kalian itu untuk dia
ya, dia yang lebih segalanya dariku
Dia yang Ramah, baik dan selalu membuat nyaman
Ya, itulah yang ku rasakan saat ini
Entah perasaan ini nyata atau hanya karena sebuah ego
Hingga hati ini tak mampu merasaan kehangatan kalian seperti dulu
Ya
semua seolah berubah
Kini, hanya dalam Do'a mampu ku menyapa kalian dengan hangat
Dan kini
kata yang ingin kuucap "Maaf",
Maaf atas kegoisanku, atas ketidak mengertianku tentang kalian
Hanya do'a yang dapat kulakukan untuk tetap dekat
Walaupun hati-hati tak lagi seperti dulu
Dan kedekatan Raga
namun hati selalu tersekat.
Kalian adalah cerita indah dalam hidupku
Hanya do'a yang dapat ku panjat
Rabbi, damaikanlah hati mereka, bahagiakanlah hidup mereka dan sayangi mereka
Hanya itu Pintaku untukmu kawan
#Penajam, Ahad, 2 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar