Memahami
Arti Cinta
Oleh : Amin Nur Kholis
Aku tak tahu apa itu rasa cinta
Cinta yang seperti mereka Rasakan
Cinta muda mudi yang menimbulkan ketertarikan
Cinta yang mengharuskan untuk tersalurkan
Mengharap ada yang membalas perasaan itu
perhatian, pengertian dan pemahaman
Menjadi bumbu penyedap rasa itu
Rayuan sebagai mantra wajib bagi mereka
Agar target cinta luluh dan jatuh ke dekapannya
Tanpa mereka tahu makna cinta sesungguhnya
Mereka hanya tahu, bahwa rasa itu harus tersalurkan
Rasa itu harus ada yang membalas
Tak boleh bertepuk sebelah tangan
Tapi mereka pura-pura faham apa itu cinta
Tanpa memandang koridor dimana cinta itu harus di semai
Kapan cinta itu boleh dipetik
Kapan cinta itu berbuah Pahala
Ya, mereka yang sedang di mabuk cinta bilang
" Cintaku murni, suci, aku mencintainya karena Allah
Bukan fisik yang ku pandang, bukan pula paras wajah
Sebagai standar cintaku "
Mereka juga bilang
" Cintaku bukan sekedar nafsu
Bukan sekedar pelampiasan hasrat "
Benarkah seperti itu?
Bukankah sudah jelas ayat Allah yang menerangkan
" Dan janganlah kamu mendekati zina "
Apakah mereka tidak tahu?
Atau pura-pura tidak mengerti
Jika mereka tahu, kenapatah mereka tak mendengar
Mereka mencuri cinta dari Allah
Cinta yang belum waktunya tuk di petik
Wahai saudaraku
Bukalah hati dan fikiran kalian
Allah itu cemburu pada kalian
Ketika Allah kalian abaikan
Pernahkah kalian mengingat-Nya ketika kalian sedang berduaan?
Apakah kalian mengingat-Nya bahwa Dia Maha Melihat
Saat kalian berjanji tuk berjumpa di bawah kegelapan
Apakah kalian tak malu ketika kalian berboncengan
Setiap mata memandang perilaku kalian
Ataukah kalian malah merasa bangga
Kalian malah bahagia ketika orang-orang menyanjung kalian?
Menyanjung karena kalian berjalan berdua
Tanpa ada ikatan yang syah
Ya Rabbi, inikah suratan takdirmu
Untuk kami mengambil pelajaran dari semua ini
Tapi kami hanyalah seorang hamba yang lemah
Hamba yang butuh bimbingan-Mu
Kami tak mampu tuk berjalan sendiri
kirimkanlah mereka yang kan selalu menuntun kami
untuk tetap mengingat-Mu dan berjalan di jalan-Mu
Penajam, 24 Agustus 2015
Aku tak tahu apa itu rasa cinta
Cinta yang seperti mereka Rasakan
Cinta muda mudi yang menimbulkan ketertarikan
Cinta yang mengharuskan untuk tersalurkan
Mengharap ada yang membalas perasaan itu
perhatian, pengertian dan pemahaman
Menjadi bumbu penyedap rasa itu
Rayuan sebagai mantra wajib bagi mereka
Agar target cinta luluh dan jatuh ke dekapannya
Tanpa mereka tahu makna cinta sesungguhnya
Mereka hanya tahu, bahwa rasa itu harus tersalurkan
Rasa itu harus ada yang membalas
Tak boleh bertepuk sebelah tangan
Tapi mereka pura-pura faham apa itu cinta
Tanpa memandang koridor dimana cinta itu harus di semai
Kapan cinta itu boleh dipetik
Kapan cinta itu berbuah Pahala
Ya, mereka yang sedang di mabuk cinta bilang
" Cintaku murni, suci, aku mencintainya karena Allah
Bukan fisik yang ku pandang, bukan pula paras wajah
Sebagai standar cintaku "
Mereka juga bilang
" Cintaku bukan sekedar nafsu
Bukan sekedar pelampiasan hasrat "
Benarkah seperti itu?
Bukankah sudah jelas ayat Allah yang menerangkan
" Dan janganlah kamu mendekati zina "
Apakah mereka tidak tahu?
Atau pura-pura tidak mengerti
Jika mereka tahu, kenapatah mereka tak mendengar
Mereka mencuri cinta dari Allah
Cinta yang belum waktunya tuk di petik
Wahai saudaraku
Bukalah hati dan fikiran kalian
Allah itu cemburu pada kalian
Ketika Allah kalian abaikan
Pernahkah kalian mengingat-Nya ketika kalian sedang berduaan?
Apakah kalian mengingat-Nya bahwa Dia Maha Melihat
Saat kalian berjanji tuk berjumpa di bawah kegelapan
Apakah kalian tak malu ketika kalian berboncengan
Setiap mata memandang perilaku kalian
Ataukah kalian malah merasa bangga
Kalian malah bahagia ketika orang-orang menyanjung kalian?
Menyanjung karena kalian berjalan berdua
Tanpa ada ikatan yang syah
Ya Rabbi, inikah suratan takdirmu
Untuk kami mengambil pelajaran dari semua ini
Tapi kami hanyalah seorang hamba yang lemah
Hamba yang butuh bimbingan-Mu
Kami tak mampu tuk berjalan sendiri
kirimkanlah mereka yang kan selalu menuntun kami
untuk tetap mengingat-Mu dan berjalan di jalan-Mu
Penajam, 24 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar