Oleh: Amin nur kholis
Ketika rindu menyapa
Bersemayam dalam sanubari
Mengusik ketenangan hati
Hadir sebuah tanya
Rindu siapakah ini?
Untuk siapakah rindu ini hendak di persembahkan?
Untuk makhluk-Nya kah,
Rasa ini harus di sematkan?
Ataukah untuk sang pemberi Rindu?
Jika ku sematkan rindu pada makhluk-Nya
Aku takut, lupa akan siapa pemberi Rasa ini
Aku takut, keindahan ciptaan-Nya kan melalaikan
Jika kusematkan untuk pemilik Rasa ini
Aku malu, belum mengenalnya lebih dekat
Aku malu, terlalu sering ku meninggalkan-Nya
Ketika ingin kusematkan rindu ini untuk-Nya
Sang pemilik segala Rasa,
Aku malu, untuk mengutarakannya
Malu untuk mengharapkan perjumpaan dengan-Nya
Malu tuk mengharap balasan akan Rasa ini
Ketika berkumandang panggilan untuk menghadap-Nya
Sering ku abaikan, berpura-pura tak mendengar
Bergelut dengan kesibukan duniawi
Pantaskah Rindu bertemu dengannya ku miliki?
Ketika ku ingin sematkan pada makhluk-Nya
Aku takut, rindu ini salah
Aku takut kan menambah kecintaanku pada dunia yang fana dengan segala keindahannya
Hingga mampu melalaikan untuk mengingat-Nya
melalaikan hakikat diri sebagai Hamba-Nya
Rasa rindu yang tak tau harus kemanaku sampaikan
-Penajam, 20-agustus-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar