Menikmati
Senja
~Malam Narasi OWOP#3~
Lala tengah bersiap menuju taman dengan
setumpuk buku yang di jinjingnya. Bergegas gadis mungil yang gemar membaca ini
menghampiri kakaknya, Dado yang sedang asyik menonton TV.
"Kak, ke taman yuk!" ajak Lala
dengan sedikit memaksa.
Dado tak menghiraukan, Ia terus asyik dengan acara TV
yang sedang di tontonnya. Dikibaskan tangan Lala yang berusaha menyeret Dado
untuk ikut bersamanya.
"Kak, ayo! Mumpung masih sore, Kak.
Pemandangan di taman pasti indah, Kak.
Bukankah, Kakak suka senja?" Lala tak
menyerah mengajak kakaknya itu untuk ikut bersamanya. Diseretnya kakaknya yang tubuhnya lebih besar
darinya.
Lala kesal, Ia mencari cara bagaimana
agar kakaknya mau ikut dengannya. Setelah memutar otaknya yang memang encer
itu, munculah ide dari pengembaraan imajinasinya.
Tanpa menunggu lama, di pungutnya remote
TV yang sedari tadi mematung di samping Dado. Ibu jarinya dengan sigap menekan
tombol merah di pojok benda kecil
persegi panjang itu. Seketika TV mati, Lala berlari
meninggalkan kakaknya.
"Makanya kalau Lala ajak jalan,
jangan nolak!
Emang enak, TV nya dimatiin? Weeeee....." ejek Lala sambil berlalu.
Hasrat Dado untuk melanjutkan menonton
TV musnah, Ia tergelitik dengan tingkah adiknya.
"Lala, awas kamu yah!"
Dado beranjak dari duduknya,
meninggalkan TV yang tak lagi menyala. Tak dihiraukannya acara yang tadi belum
tuntas Ia tonton.
Gadis mungil itu telah jauh berlari,
sementara Dado harus segera menemukan Lala, Ia ingin balas dendam atas
kekesalannya kepada Lala.
Lelaki dengan postur tubuh tinggi besar
itu, bergegas mengejar
Lala, dengan mengerahkan segenap tenaganya menelusuri halaman rumah beralaskan
rerumputan hijau. Tak
dihiraukannya angin yang membelai, semburat senja memayungi gerak langkahnya.
"Ayo, Kak, cepat kemari! Masa
mengejar adik mungilmu saja tak sanggup?" ejek Lala.
Lala yang sudah lebih dulu sampai di
taman dengan sebuah buku di pangkuannya, memberikan semangat kepada kakaknya
yang tengah berusaha menghampirinya.
Kini langkah Dado tak sesigap sebelum
lelah menguras segenap tenaganya. Langkahnya tergopoh, napas tersengal naik
turun tak beraturan. Keringat mengucur deras membasahi. Dengan sisa tenaga yang
masih bertandang di tubuh Dado, akhirnya Ia berhasil menghampiri Lala.
Tanpa menghiraukan lelah yang sedang
menggelayuti Dado, Lala menyodorkan sebuah buku kesukaan Dado yang telah Ia
siapkan dari rumah, disambutnya buku itu oleh Dado, kemudian Ia bergegas
menempati papan kosong di sebelah Lala.
Lala tersenyum bangga, Ia telah berhasil
membawa kakaknya ke taman untuk menemaninya
menghabiskan senja dengan membaca. Dado menatap Lala bersama lelah yang masih
urung meninggalkannya. Keduanya larut dalam hening, suasana taman yang sunyi,
menambah kesyahduan senja yang segera beranjak.
~Amin Nur Kholis~
#Penajam, 11 Februari 2016 || 09.59 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar