Sabtu, 28 Mei 2016

Menikmati Senja

Menikmati Senja
~Malam Narasi OWOP#3~

Lala tengah bersiap menuju taman dengan setumpuk buku yang di jinjingnya. Bergegas gadis mungil yang gemar membaca ini menghampiri kakaknya, Dado yang sedang asyik menonton TV.
"Kak, ke taman yuk!" ajak Lala dengan sedikit memaksa.
Dado tak menghiraukan, Ia terus asyik dengan acara TV yang sedang di tontonnya. Dikibaskan tangan Lala yang berusaha menyeret Dado untuk ikut bersamanya.
"Kak, ayo! Mumpung masih sore, Kak. Pemandangan di taman pasti indah, Kak. Bukankah, Kakak suka senja?" Lala tak menyerah mengajak kakaknya itu untuk ikut bersamanya. Diseretnya kakaknya yang tubuhnya lebih besar darinya.
"Entar ah, La, nanggung nih acaranya lagi seru," ujar Dado cuek. Ia masih fokus dengan tayangan TV yang sedang di tontonnya.
Lala kesal, Ia mencari cara bagaimana agar kakaknya mau ikut dengannya. Setelah memutar otaknya yang memang encer itu, munculah ide dari pengembaraan imajinasinya.
Tanpa menunggu lama, di pungutnya remote TV yang sedari tadi mematung di samping Dado. Ibu jarinya dengan sigap menekan tombol merah di pojok benda kecil persegi panjang itu. Seketika TV mati, Lala berlari meninggalkan kakaknya.
"Makanya kalau Lala ajak jalan, jangan nolak! Emang enak, TV nya dimatiin? Weeeee....." ejek Lala sambil berlalu.
Hasrat Dado untuk melanjutkan menonton TV musnah, Ia tergelitik dengan tingkah adiknya.
"Lala, awas kamu yah!"
Dado beranjak dari duduknya, meninggalkan TV yang tak lagi menyala. Tak dihiraukannya acara yang tadi belum tuntas Ia tonton.
Gadis mungil itu telah jauh berlari, sementara Dado harus segera menemukan Lala, Ia ingin balas dendam atas kekesalannya kepada Lala.
Lelaki dengan postur tubuh tinggi besar itu, bergegas mengejar Lala, dengan mengerahkan segenap tenaganya menelusuri halaman rumah beralaskan rerumputan hijau. Tak dihiraukannya angin yang membelai, semburat senja memayungi gerak langkahnya.
"Ayo, Kak, cepat kemari! Masa mengejar adik mungilmu saja tak sanggup?" ejek Lala.
Lala yang sudah lebih dulu sampai di taman dengan sebuah buku di pangkuannya, memberikan semangat kepada kakaknya yang tengah berusaha menghampirinya.
Kini langkah Dado tak sesigap sebelum lelah menguras segenap tenaganya. Langkahnya tergopoh, napas tersengal naik turun tak beraturan. Keringat mengucur deras membasahi. Dengan sisa tenaga yang masih bertandang di tubuh Dado, akhirnya Ia berhasil menghampiri Lala.
Tanpa menghiraukan lelah yang sedang menggelayuti Dado, Lala menyodorkan sebuah buku kesukaan Dado yang telah Ia siapkan dari rumah, disambutnya buku itu oleh Dado, kemudian Ia bergegas menempati papan kosong di sebelah Lala.
Lala tersenyum bangga, Ia telah berhasil membawa kakaknya ke taman untuk menemaninya menghabiskan senja dengan membaca. Dado menatap Lala bersama lelah yang masih urung meninggalkannya. Keduanya larut dalam hening, suasana taman yang sunyi, menambah kesyahduan senja yang segera beranjak.

~Amin Nur Kholis~

#Penajam, 11 Februari 2016 || 09.59 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar