Jumat, 09 Oktober 2015

Kita tak Pernah Tahu

Kita tak pernah tahu
Oleh : Amin Nur Kholis
Hari ini kita masih dapat berbicara
Kita masih mampu menghirup udara
Kita masih bisa bersua dengan orang terkasih
Ayah, ibu, karib kerabat
Hari ini, kita masih mampu berjalan
Melangkah menuju mimpi - mimpi yang belum menjadi nyata
Mengejar cita - cita yang masih menggantung di gunung kesuksesan
Namun, sering kita tak pernah tahu
Kita tak pernah menyadari
Apakah esok kita masih mampu melakukan semua itu?
Masihkah kita menghirup udara segar?
menghela nafas sebagai anugerah ILLAHI?
Masihkah esok kaki kita mampu melangkah menuju masa depan yang kita impikan?
Entahlah, kita tak pernah tahu
Kapan kaki kita berhenti melangkah
Nafas kita terhenti
Mata tak lagi mampu menatap dunia
Lisan tak lagi mampu berdzikir
Kita tak pernah tahu
Kapan kita menutup usia
Kau yang lebih dahulu menemui Rabb-Mu
Semoga amalmu berhadiahkan syurga
Semoga terang benderang jalan meniti dunia sesungguhnya
Kelak, kami akan menyusulmu
Entah esok, hari ini, atau mungkin setelah rangkaian kata ini tersusun
Kita tak pernah tahu
Kapan malaikat izro'il memanggil
Penajam, 08 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar