[Malam Narasi OWOP3]
" Mas Alan, di panggil bapak, mas alan diminta ke ruangannya sekarang," sekretaris pak hasan memberitahukanku kalau aku dipanggil pak hasan dan aku ditunggu pak hasan di ruangannya.
" Ada apa yah pak hasan memanggilku?" Tanyaku pada diri sendiri. Lalu aku berjalan menuju ruangan pak hasan, ketika aku di depan ruangannya, perasaanku tiba - tiba tidak enak. Setelah dipersilahkan masuk, aku duduk di kursi di depan pak hasan.
" Alan, mana laporan keuangan bulan ini? Kenapa belum ada di Meja saya"
Suara pak Hasan terlihat sangat marah, ya, karena laporan keuangan bulan ini belum ada kubuat sama sekali, fikiranku sedang tidak fokus untuk bekerja. Entah apa yang sedang aku fikirkan, yang pasti hatiku sedang tak enak.
" Maaf pak, laporan yang bapak minta belum saya buat, tapi akan segera saya selesaikan"
Pak hasan memukul meja di depannya, sontak aku kaget, dan terdengar suara pecahan gelas yang jatuh dari meja pak hasan " Prakkkkkkkkk "
Aku hanya bisa tertunduk, mendengarkan omelan pak hasan. Pak hasan memberiku kesempatan dua hari untuk aku dapat menyelesaikan laporan tersebut, dan jika dalam waktu dua hari pak hasan belum menerima laporan itu, maka aku akan di pecat.
" Saya tidak mahu tahu laporan itu harus segera selesai, saya beri anda waktu dua hari,"
Setelah itu pak hasan mempersilahkan aku keluar dari ruangannya. Akupun keluar dengan tubuh yang lunglai dan fikiran yang masih kalut.
" Mana mungkin laporan itu selesai dalam dua hari?" Aku berfikir keras, bagaimana caranya menyelesaikan laporan tersebut.
" Alan, istirahatlah sejenak, sudah seharian kamu belum istirahat, nanti malah kamu sakit dan laporanmu tidak selesai," anton teman sekantorku menyuruhku untuk istirahat sejenak, dan ia berlalu, karena ini sudah waktunya pulang kantor. Sementara aku memilih untuk tidak pulang, karena harus menyelesaikan pekerjaanku. Hanya segelas kopi yang menemaniku sekedar untuk menjaga mata ini agar tak terkantuk dan tertidur.
Dua hari aku mengerjakan laporanku dan akhirnya tak selesai juga, aku bingung, dan takut kalau pak hasan tidak main-main dengan kata-katanya, jika aku tak bisa menyelesaikan laporan itu, maka aku akan di pecat. Hari ini deadline aku harus menyerahkan laporan itu. Dan....
" Alan, bagaimana? Sudah selesai laporan yg saya minta?"
Aku gugup, dan takut, sambil terbata - bata aku menjawab pertanyaan pak hasan
" Be... Be... Belum pak, saya baru mnyelesaikan setengahnya," raut wajah pak hasan seketika berubah, lebih garang dari dua hari lalu. Dan terjadilah peristiwa seperti kemarin, pak hasan marah, di pukulnya meja di depannya. Dan aku hanya bisa tertunduk terdiam, " Ya Allah, aku pasrah jika pak hasan hendak memecatku, ini karena kelalaianku.
" Dua hari apa tak cukup untuk menyelesaikan laporan itu? Sy sudah memberikan tempo dua hari, tetapi anda belum juga meselesaikannya, baik kalau begitu, sesuai dengan ucapan saya kemarin, silahkan anda keluar dari ruangan saya dan meninggalkan kantor ini, saya tidak butuh karyawan sperti anda, tidak bertanggung jawab."
Aku tak bisa apa - apa kecuali menuruti kemauan pak hasan, tubuhku semakin lunglai saat aku beranjak pergi meninggalkan pak hasan, " Ya Allah, kemana lagi hamba harus pergi? apakah masih ada perusahaan yang mahu menerima saya? Aku segera mengemas barang - barangku, setelah aku mengucapkan selamat tinggal kepada teman - teman di kantor, aku segera pergi dan pulang ke kostku. Sesampainya di kost aku langsung mnegambil air wudhu dan lanjut shalat. Setelah shalat, aku berdo'a " Ya Allah, mudahkanlah rizki hamba, maafkan atas kelalaian hamba hingga hamba di pecat dari perusahaan, tunjukanlah jalan-Mu ya Allah, untuk kami menjemput Rizki dari-Mu"
***
Satu bulan sudah aku tidak bekerja, sisa tabunganku sudah menipis, sudah banyak aku mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan, namun belum juga ada yang menerimaku. Teman - teman tak ada yang peduli, mereka yang dulu selalu meminta bantuan kepadaku, kini ketika aku membutuhkan mereka, tak ada satupun yang membantu. Hari sudah larut malam, jam menunjukan pukul. 23.00 WIB. Aku segera membaringkan badan untuk istirahat sejenak, menghilangkan rasa lelah. Pukul.03.00 aku terbangun, aku langsung mengambil air wudhu untuk shalat malam. Setelah aku di pecat, aku sering menghabiskan waktu malamku untuk merenung, berdo'a kepada Allah agar Allah menunjukkan jalan kemana aku harus melangkah, dan segera mendapat pekerjaan baru, " Kring .... Kring ... Kring .... " Handphoneku berdering, aku mengangkatnya, " Assalamu'alaikum alan, bagaimana kabarmu?" Anton temanku tiba - tiba menelephoneku, entah ada angin apa dia malam - malam seperti ini menelephoneku. " Wa'alaikumsalam, alhamdulillah ton, kabarku baik - baik saja, kamu sendiri bagaimana kabar?"
" Alhamdulillah mas, sy juga sehat, maaf ya mas, setelah mas tidak bekerja di kantor kita dulu, saya tidak pernah menghubungi mas, karena pekerjaan banyak mas, dan setelah kejadian itu, pak hasan jadi gila deadline, semuanya harus on time, telat sedikit saja, beliau langsung marah - marah, berubah jadi buas," aku hanya manggut - manggut
" Oh iya mas, mas alan sudah dapat pekerjaan lagi belum? Kalau belum, kebetulan ada teman saya sedang membutuhkan tenaga Administrasi di perusahaannya, kalau mas mau, nanti saya antarkan ke sana mas, bagaimana?"
Alhamdulillah ya Allah, Engkau mengabulkan do'a - do'aku.
" Serius ton? Kebetulan nih, aku sedang butuh banget, setelah aku tidak bekerja di perusahaan yang dulu, aku sudah melamar kesana kemari, namun belum ada yang menerimaku, kapan kita bisa ke sana menemui temanmu itu?" Keesokan harinya aku dan anton pergi ke perusahaan temannya anton, untuk mengajukan lamaranku dan Alhamdulillah, setelah wawancara dan tes berkas, aku langsung diterima bekerja di perusahaan itu. Terimakasih ya Allah, terimakasih atas nikmat-Mu ini. Akhirnya hamba mendapat pekerjaan. InsyaAllah hamba akan lebih tekun lagi bekerja, dan menyelesaikan amanah - amanah yang diberikan dengan baik. Aku memeluk anton sebagai tanda terimakasihku kepadanya. Aku tak akan pernah melupakan kebaikannya.
Penajam, 30 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar