Jumat, 09 Oktober 2015

Kusimpan Sajadah Darimu

Kusimpan Sajadah darimu
Olah : Amin Nur Kholis
Tak selayaknya ikatan kita terlepas
Kau dan aku bukan sekedar teman
Bukan pula sahabat
Hubungan kita lebih dari itu
Kau saudaraku begitupun aku saudaramu
Namun,
tangan ini tak mampu lagi menggenggam tanganmu
tak mampu lagi menjabat tanganmu
Hati ini tak mampu lagi mendekapmu
Entah mengapa semua ini terjadi
Aku tak mampu mengerti
Bisikan orang tentang diriku
Yang cemburu dan iri terhadapmu
Membuatku semakin tak mengerti
Iri? Ya, mungkin aku iri kepadamu
Mereka lebih memilih dirimu daripada aku
Mereka lebih bahagia saat bersamamu
Daripada saat duduk berdampingan denganku
Kau pernah berkata
" Aku menyayangimu, aku tak ingin kita seperti ini
Kita semua sama, mereka temanku juga temanmu"
Dan aku mencelamu
" Ah omong kosong, kau hanya ingin menghibur hatiku"
Tak dapat kurasai ketulusan dalam berteman
Aku selalu di bandingkan denganmu Tentang segala hal
Dan mereka selalu berkata
" Kalian adalah teman kami, kami tak pernah membeda - bedakan antara kamu dan dia "
Benarkah demikian?
Jika iya, mengapa aku tak merasakannya?
Apakah hatiku yang sudah membeku
Entahlah, akupun tak mengerti tentang siapa diriku
" Aku mahu pulang, karena aku harus pulang"
Apa kau tahu apa yang kurasa saat itu
Saat mendengar kata " Pulang " darimu
Sedih, sakit, bukan tentang kepulanganmu
Namun tentang hubungan kita
Tali yang belum sempat terhubung kembali
Akan tetap putus sampai nanti
Namun,
Kau menghadiahkan sajadah ini untukku
Sebelum kau pergi tuk keluargamu
Dan satu permintaanmu atas sajadah ini
" Tolong pakai sajadah ini saat kamu shalat,
Saat kamu bermunajat kepada Allah "
Tak hanya itu
" Aku harap sajadah ini mampu mengikat kembali
Tali yang terputus itu, dan semakin erat ikatannya"
Aku terharu bila mengingat semua itu
Air mataku tak mampu kubendung
Aku tak mampu memenuhi amanatmu
Untuk memakai sajadah darimu
Aku malah menyimpannya di sudut lemari
Maafkan aku teman, aku telah menghianatimu
Aku tak memenuhi amanatmu
Biarlah tali ini berceceran
Ikatan ikatan ini berkeliaran
Tak usah lagi kita coba tuk mengikatnya kembali
Karena itu akan sia - sia
Selama hatiku masih membeku.
Penajam, 29 Spetember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar