Ada Apa Denganmu?
Ada Apa Denganmu?
Oleh : Amin Nur Kholis
''Hei, kenapa kamu?'' tanyaku pada dia yang sedang duduk termangu. Di tepi pantai, memandang senja. Kini senja berhias kelabu. Mendung menggelayut. Ia tetap saja membisu. Tak kunjung menjawab tanyaku. Ia tak peduli deru ombak yang mendebur.
''Hei, apa kamu tuli?'' tanyaku kembali. Namun kini dia makin menjengkelkan. Wajahnya murung, matanya terpejam. Menunduk. Seolah aku ini menjijikan.
Tik tik tik....Gerimis mulai bertaburan. Seluruh manusia mulai riuh. Berlari mencari tempat berteduh. Namun, dia yang sedari tadi duduk di sana, tak sedikitpun bergerak. Kepalanya semakin menunduk. Kini kulihat butiran bening membasuh wajahnya. Sesekali kulihat ia menyeka butiran bening itu.
''Hei, ada apa denganmu? Apakah kau tuli, juga bisu? Dari tadi aku menegurmu, tapi kau tak menghiraukan. Kau acuhkan aku malah.'' seperti tadi, ia tetap bungkam. Tak menggubris tanyaku.
Aku jengkel, kesal. Lalu kutinggalkan ia. Selangkah kaki mengayun, berharap ia kan memanggil. Aku ingin tahu, apa sih sebenarnya yang ia rasakan. Tapi ia tak juga memanggil. Sedari tadi, ia tak beranjak sedikitpun dari sana. Entah apa yang sedang ia fikirkan.
''Hei, kamu! Kemarilah, aku ingin bertanya padamu.'' terdengar bisikan memanggilku. Aku tak menghiraukan. Berkali-kali bisikan itu menggema. Akhirnya kuberanikan menengok, memastikan siapa yang memanggil. Dia, ya hanya dia yang ada di sana. Tak ada siapapun, di tengah gerimis, ia masih saja tak berteduh.
''Ada apa kau memanggilku? Sedari tadi aku memanggilmu, tapi kamu tak menghiraukanku. Sekarang, kau panggil aku, dan aku harus menurutimu? Apa mahumu?'' tanyaku padanya, kini dengan nada sinis. Dia mendongak, menampakkan wajahnya. Aku terperanjat. Aku melihat sosok diriku padanya.
***
~Penajam, 15 Desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar