Minggu, 20 Desember 2015

Episode Hari Ini!

Episode Hari Ini! Oleh : Amin Nur Kholis Ada apa dengan hari ini? Hari yang seharusnya bertebaran keberkahan, justru malah menuai beberapa problematika. Dalam dunia nyata, juga dalam dunia maya. Akupun akhirnya bertanya, ''Ada apa dengan hari ini? Adakah yang salah dengan hari ini, atau suasana hati yang sedang menuai konflik?'' Entahlah!
Mungkin ini berlebihan, tak sepantasnya setiap yang kualami, lalu kutuliskan dan membagikannya ke dunia. Tapi, dengan inilah biasanya kuungkapkan isi hati, uneg-uneg yang hinggap di hati. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata dengan bibir. Lidahku tak lincah mengutarakan setiap bait yang tersusun di hati. Hingga membentuk untaian kata yang bernada. Baiklah, mungkin ini yang ingin aku ceritakan. Sebelum lebih jauh menuliskan kata, izinkan aku meminta maaf terlebih dahulu. Untuk kalian yang di dunia nyata, ataupun di dunia maya. Bukan maksud apa-apa kutulis cerita hari ini. Cerita yang sebenarnya sudah basi. Yang sudah berkali-kali hinggap di setiap langkah kaki. Hari ini, dalam dunia kerjaku, secuil masalah menyapa. Cukup berhasil ia mengusik hati yang selama ini sedang dalam proses menuju damai. Menuju fase ikhlas yang masih jauh dari angan. Namun tetap diusahakan. Karena aku tak mampu menyelesaikan masalah ini, kuadukanlah pada beliau. Yang memang bertanggungjawab dengan semua posisi yang ada di struktur kerja. Dengan harapan, solusi akan dituai. Dengan ukuran panjang kali lebar, kuceritakan duduk permasalahannya. Beliaupun memahami, walau jawabannya tak seperti yang kuinginkan, tetapi itulah cara beliau selama ini mencari solusi. Mengkaji, menimbang dan meneliti terlebih dahulu duduk permasalahannya, sehingga olusi tak serta merta hadir. Tetapi dengan berdentumnya jarum jam yang tak pernah berhenti, ia hinggap juga menawarkan ceria. Solusi didapat, pekerjaan selesai. Hati yang sempat bergemuruh, kini tak terlintas sedikitpun deru gemuruh itu. Senyum tersungging dan hanya sebait Terima kasih untuk beliau. Juga untuk semua rekan-rekanku. Tanpa kalian, selembar pekerjaanpun tak kan selesai. *** Setelah meninggalkan problematika di dunia nyata. Dunia mayapun menyapa. Ketika kubuka telepon genggamku, seperti biasa, WhatsApp yang pertama kali kutengok. Pusing setiap kali membuka WhatsApp, puluhan bahkan kalau di akumulasi, setiap hari ratusan chat yang menanti untuk dibaca. Tapi kali ini, aku tertarik untuk membuka Perpus OWOP, karena di sana bila ada chat baru, pasti tulisan-tulisan baru dari anggota yang bertaburan. Tapi kali ini ada sedikit masalah, yang tak ingin ku ceritakan di sini. Karena masalah itupun sudah selesai. Masalah ini aku juga yang mengundangnya, kenapa tulisan yang pernah aku kirim, lalu ku kirim lagi. Tapi ya sudahlah, jadikan ini pembelajaran, lain kali kalau mengirim tulisan, harus yang terbaru. Agar tidak bosan yang membacanya. Lagi-lagi, untaian terima kasih yang harus aku sematkan. Untuk semua anggota yang banyak sekali memberikan pembelajaran padaku yang entah siapa sebenarnya aku ini. Yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka, yang bagiku sudah sangat lihai merangkai kata. Dengan berbagai ragam kisahnya. Itulah sepenggal cerita hari ini. Hal yang kudapatkan dari episode hari ini : Tentang kehidupan yang tak pernah luput dari permasalahan. Masalah akan selalu hadir selama napas masih berembus, tinggal bagaimana kita menerima masalah itu. Mencibir atau bahkan memeluknya. Tentang sepatah kata yang sederhana. Terpenggal dalam dua kata. Tetapi, jika dua penggal kata itu terlontar, tulus dari dasar hati. Bahagialah yang tercipta. Senyum menghias juga dekapan erat semakin tak tergoyahkan. ~Penajam,18 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar