Minggu, 20 Desember 2015

Lintasan Hati

Lintasan Hati Oleh : Amin Nur Kholis Sempat terlintas pikiran tuk pergi. Jauh meninggalkan hingar bingar kehidupan ini. Tepatnya di sini. Di mana kaki kini berpijak, mengadu nasib, menjemput rizki-Nya. Meninggalkan segenap kenangan yang pernah terlukis. Cerita tentang pelangi, tentang senja, hujan dan setiap detik yang telah dilalui.
Lelah dengan irama hati yang tak kunjung merubah noktahnya. Irama yang selalu menderu. Gemuruh tak ubahnya ombak di laut lepas. Entah sejak kapan irama hati seperti ini mulai bertandang. Lelah dengan telinga yang selalu mendengar apa yang tak ingin mata ini memandang. Kicauan tentang diri yang jauh dari sempurna ini. Kicauan yang kadang mampu menembus tipisnya dinding hati. Ah, biarkan kicauan itu tetap bernyanyi, mencipta nada sendu penghibur hati. Tak perlu anggap kicauan menjadi duri yang mampu menusuk hingga merobek dinding tipis hati ini. Biarkan kicauan tetap bernyanyi, hingga lelah berlari. Kokohkan tegaknya kaki dengan kesabaran. Bungkus kerpingan hati dengan seutas do'a. Damaikan gemuruh dengan diam. Usir segenap irama yang tak penting saat ia mampir menawarkan nada gemuruh. Singkirkan duri yang ingin merobek hati. Tetaplah dalam lintasan hati kedamaian. Lintasan hati menuju selaksa kehangatan. Jauhkan angan tuk beranjak meninggalkan kerumunan yang memang kini tak dapat menyelinap, hadir di tengah-tengahnya. ~Penajam,17 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar